Kamis, 07 Februari 2013

Pelaksanaan Haji Qiran


Haji Qiran Yaitu: Melaksanakan Ibadah  Haji dan Umrah secara bersamaan, dengan demikian prosesi tawaf, Sa'i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jema'ah dikenakan "Dam" atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.

Miqat bagi jema'ah yang berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jema'ah yang sudah berada di Mekah miqatnya dapat dilakukan di Tan'im atau Ji'ranah. yang datang ke Mekah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijah, Miqatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah miqat.

PELAKSANAAN HAJI QIRAN 

MIQAT DITANAH AIR

Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :
•      Memotong Kuku.
•      Memotong rambut secukupnya.
•      Mandi sunnat ihram.
•      Memakai wangi-wangian.
•      Memakai pakaian ihram.

MIQAT di Saudi. 

Jama'ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati "Hari Arafah" 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut : 


a. Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
b. Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Hajjan.
c. Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca 

"Talbiah" 

لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَك 
Labaika Allohumma labaiik, Labaika laa syariikalaka labaiik, Innalhamda wanni’mata laka wal mulk laa  syariikalak”

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milikmu, tidak ada sekutu bagi-Mu."   

d. Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba  di Mekah).

e. Boleh langsung Sa'i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah.

f. Jika melakukan Sa'i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji. Sesudah tawaf Qudum dan Sa'i jama'ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama'ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.

PELAKSANAAN HAJI QIRAN 

1.Tanggal 8 Dzulhijah (pagi), Dari mekah berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.

2. Tanggal 8 Dzulhijah (Siang-malam Mabit atau menginap di Mina sebelum berangkat ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan Rasullulah SAW. 

3. Tanggal 9 Dzulhijah (pagi) Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau setelah shalat Subuh.

4. Tanggal 9 Dzulhijah siang-sore


 a.  Berdo'a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu wukuf pada tengah hari.

b. Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada waktu zuhur 

c. Setelah shalat laksanakan wukuf dengan berdo'a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus setengah hari sampai waktu Maqrib. 


5. Tanggal 9 Dzulhijah (sore-malam), Setelah matahari terbenam segera berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti yang dilakukan Rasulullah.


6.Tanggal 9 Dzulhijah (malam),

a.  Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta'khir. 

b. Mabit berhenti sejenak di Muzdalifah, paling kurang sampai lewat tengah malam. sambil mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah Aqabah. 

c. Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk melontar "Jumrah Aqabah" besaok pagi. 

d. Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah 

7. Tanggal 10 Dzulhijah,

a. Melontar Jumrah Aqabah 7 kali. 

b. Tahallul awal. 

c. Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadah, Sa'i dan disunatkan tahallul Qubra. 

d. Harus sudah berada kembali di Mina sebelum Magrib. 

e. Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat tengah malam.

8.Tanggal 11 Dzulhijah

a. Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing - masing 7 kali. 

b. Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum Maqrib sampai lewat tengah malam. 


9. Tanggal 12 Dzulhijah,

a. Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah waktu subuh masing - masing 7 kali. 

b. Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah sebelum maqrib, lanjutkan dengan tawaf ifadah dan Sa'i serta Tahallul Qubra bagi yang belum. 

c. Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina

10.Tanggal 13 Dzulhijah (pagi), Bagi yang Nafar Tsani:

a. Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah masing-masing 7 kali 

11. Tanggal 13 Dzulhijah (siang-malam), 

a. Tawaf ifadah, Sa'i dan Tahallul Qubra bagi yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa'i sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu Sa'i langsung saja melakukan Tahallul. 

b. Ibadah Haji dan umrah selesai. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar